MAU DIBAWA KEMANA PEMUDA KITA?

MAU DIBAWA KEMANA PEMUDA KITA?

Oleh:

Herdik Sodikin

Dewasa ini, hari kemerdekaan Negara Indonesia yang ke-65 merupakan salah satu moment yang sangat luar biasa karena hari kemerdekaan ini bersama-sama dengan bulan yang penuh berkah bagi umat manusia yaitu bulan suci ramadhan layaknya sejarah kemerdekaan dahulu. Sehingga hari kemerdekaan ini yaitu hari kebebasan terhadap belenggu kemiskinan dan kebodohan yang selama ini dirasakan seluruh rakyat bangsa Indonesia. Kebahagiaan, ketenangan, ketentraman menjadi milik seluruh rakyat Indonesia karena pemerintah melindungi rakyatnya dari berbagai permasalahan yang dihadapi. Besarnya badai, menggungcangnya gempa bumi di tanah tercinta serta meluapnya air sungai sehingga merendam sebagian tanah bumi pertiwi tidak menggentarkan hati, pikiran, dan perasaan para Pemuda Indonesia untuk terus berjuang mendapatkan kebebasan yang hakiki.

Salah satu aktor yang bermain dalam sejarah pergerakan meraih kemerdekaan yaitu Bung Karno mengatakan “Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru! Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia”. Dan Pepatah arab mengatakan: “Syubanul yaom, rijalul ghad” artinya: pemuda/remaja dimasa sekarang ini pemimpin dimasa depan. “Inna fi yadi syubban amrol ummah, wa fi aqdamihim hayataha” artinya: sesungguhnya di tangan dan langkah pemudalah urusan dan hidupnya suatu umat/masyarakat (disampaikan oleh Rusman Nuryaman dalam Talk Show kajian Hari Kemerdekaan di Universitas Pendidikan Indonesia, 16/8). Dari paparan tersebut maka dapat ditarik analisis yaitu begitu hebatnya peran pemuda dalam sebuah perubahan sejarah kearah yang lebih baik karena mereka memiliki banyak potensi yang dimiliki baik dari fisik dan pemikirannya untuk membantu proses pembangunan nasional.

Pemuda seperti apa yang menjadi benar-benar diharapkan oleh bangsa ini? Rusman berkata Al Quran mendefinisikan pemuda dari segi fitrahnya dalam ungkapan sifat dan sikap:

  1. Berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak.
    Seperti kisah pemuda (Nabi) Ibrahim. “Mereka berkata: ‘Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? sungguh dia termasuk orang yang zalim, Mereka (yang lain) berkata: ‘Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala) ini , namanya Ibrahim.” (QS.Al-Anbiya, 21:59-60).
  2. Memiliki standar moralitas (iman), bersatu, optimis dan teguh dalam pendirian serta konsisten dengan perkataan. Seperti tergambar pada kisah Ash-habul Kahfi (7 orang pemuda yang mengasingkan diri dalam gua untuk menyelematkan iman. Mereka menolak perintah raja Dakianus yang mengharuskan rakyatnya menyembah patung yang disembahnya dengan ancaman hukuman mati, semua rakyat menyerah kecuali 7 orang pemuda tadi.).“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka; dan Kami teguhkan hati mereka ketika mereka berdiri” (QS.18: 13-14).
  3. Tidak gampang berputus-asa, pantang mundur sebelum cita-citanya tercapai.
    Seperti digambarkan pada pribadi pemuda (Nabi) Musa. “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun” (QS. Al-Kahfi,18 : 60).

Bagaimana bisa berani merombak dan bertindak revolusioner terhadap tatanan sistem yang rusak karena pemuda sekarang ini kecenderungan tidak bersemangat berorganisasi yang mengajarkan kita akan arti kerja sama, saling menghargai dan saling menerima terhadap kelebihan dan kekurangan orang lain. Pemuda saat ini lebih mementingkan hura-hura untuk menghabiskan uang orang tuanya seperti bermain ke Mall, billiard, serta dugem (dunia gemerlap), dan kenakalan remaja yang lainnya. Sehingga mereka itu bersifat apatis tidak bisa berpikir dengan jernih betapa susahnya orang tua itu mencari uang untuk mendidik kita menjadi orang yang bermakana bagi keluarganya. Serta pemuda kita telah terbawa oleh arus globalisasi sehingga pemuda kita dari berbudaya timur sedikit demi sedikit telah mengikuti gaya kehidupan kebarat-baratan baik dalam bersikap, berperilaku bahkan dalam berpenampilan. Sehingga bagaimana pemuda ini bisa memajukan bangsa ini sedangkan pemudanya tidak mencintai kebudayaan negaranya sendiri dan tidak mau memperjuangkannya kearah yang lebih baik.

Para pemuda pun kurang memiliki standar moralitas yang kuat. Permasalahan ini dapat kita lihat dengan permasalahan yang sangat menghebohkan negara Indonesia dan dunia yaitu video hot pujaan para pemuda Indonesia yaitu pemuda yang tampan dan banyak talenta khususnya dalam merangkai kata-kata yang dijadikan sebuah lirik lagu yakni Ariel Peterpan. Satu permasalahan pemuda saja mengakibatkan permasalahan-permasalahan yang lain yang dilakukan oleh pemuda yang lainnya sesuai dengan permasalahan artis pujaan mereka yaitu bersetubuh dengan bukan muhrimnya. Betapa ambruknya moralitas pemuda kita saat ini yang tidak bisa menghormati sebuah kesucian dari wanita calon seorang ibu. Padahal nabi Muhammad SAW sangat menghormati seorang wanita sampai akhir kematiannya memberikan pesan kepada ummatnya dan mengatakan hormati dan sayangilah ibu yang dikatakan sampai 3 kali dibandingkan dengan bapak yang dikatakan hanya satu kali saja.

Serta pemuda saat ini kecenderungan sifatnya itu gampang berputus-asas dalam meraih cita-citanya tercapai. Permasalahan ini dapat kita lihat pada situasi UAN, pelajar yang tidak lulus UAN langsung berpikiran pendek saja yaitu bunuh diri dan berprustasi merusak sekolah yang selama ini menjadi proses belajar mengajar mereka. Dengan kejadian ini bukan hanya diri sendiri yang dirugikan akan tetapi orang lain dirugikan yaitu rusaknya fasilitas sekolah yang menjadi faktor pendukung proses pembelajaran untuk mencetak para pemuda penerus bangsa agar cerdas, terampil dan bisa bersaing dengan tantangan dunia sehingga pengangguran di Indonesia ini bisa berkurang dan para pemudanya produktif kerja dan berkesempatan menciptakan peluang kerja bukan hanya untuk dirinya sendiri akan tetapi membantu orang lain untuk memperbaiki keadaan ekonomi keluarga. Dan apabila keluarga-keluarga di negara kita sudah mapan maka negara ini bisa menjadi negara besar seperti yang kita cita-citakan.

Hakikat kemerdekaan itu bukan hanya dirasakan oleh orang tua saja yang telah bisa mencari uang sendiri yang telah memiliki pengalaman dan pemilik masa lalu akan tetapi oleh pemuda yang memiliki semangat dan idealisme yang tinggi yang masih banyak waktu untuk mengisi kemerdekaan untuk membantu pembangunan nasional sehingga pemuda adalah pemilik masa depan khususnya pemilik negara Indonesia kedepannya. Oleh karena itu, penulis mengajak kepada para pemuda untuk menjadi agent of change dan kita harus bisa memanfaatkan pendidikan yang sedang dijalani dengan sebaik-baiknya sehingga bisa membahagiakan diri sendiri dan orang lain ketika ilmu ini benar-benar kita kuasai.

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia

Tentang ilmucerdaspendidikan

Saya merupakan seorang anak yang terlahir dari keluarga hebat pada tanggal 10 Juni 1989 di Tasikmalaya. Dan berjuang menjadi seorang pemimpin, pekerja keras, manajer yang sukses demi membahagiakan keluarga dan kerabat dekat khususnya "IBU". Kekurangan saya yaitu suka menunda permasalahan untuk dipecahkan dan terkadang malas.he. Cita-cita saya menjadi mahasiswa berprestasi, mendapatkan beasiswa sampai sarjana, kerja di perusahaan Internasional di bagian pendidikan, melanjutkan S2, menjadi Dosen serta konsultan Pendidikan, lanjut S3 dan Dosen Berprestasi, sehingga Bisa Menjadi Professor dan Direktur Kampus Daerah Tasikmalaya.
Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s